Sesuai dengan janji yang saya tulis dulu, dibawah ini Panduan Koneksi Telkomsel Flash Unlimited dengan kppp:

Asumsi:

  1. Operating System Gnu/Linux Mandriva 2008.1

  2. HP

  3. Kabel Data

  4. Terdaftar sebagai pengguna Flash Unlimited basic (Rp. 125.000/bulan)

Jalankan KPPP, dengan cara:

Klik menu -> tools -> System tools -> KPPP

lalu tampil form KPPP, klik configure. Pada tab Account di “KPPP Configuration”, pilih New.. tampil pilihan “create new Account”, pilih “Manual Setup”.

Tampil form “New Account – KPPP”, pada tab Dial, beri nama koneksi pada “Connection name” dengan “internet”. Isi “Phone number” dengan klik add, lalu masukkan *99***1#

lalu klik OK.

Kembali ke form “KPPP Configuration”, pilih tab Modems, klik new… tampil form “New Modem”, di tab “Device” beri “modem name” internet-usb, pada “modem device” pilih “/dev/ttyACM0”, pada “Connection Speed” pilih 115200. lalu klik tab modem, pilih “Modem Commands..” lalu ketik di baris  “Initialization string 2:” {AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”}  tanpa tanda {}, lalu klik OK.

Klik OK lagi, klik OK lagi.

Kita kembali ke form KPPP awal, isi login ID ” (dua tanda petik satu) dan password ” (dua tanda petik satu juga), lalu klik “Connect” untuk koneksi………

kesimpulan: kayaknya lebih mudah dari wvdial, cuma modal klik-klik aja, tapi dengan command line sebenarnya jauh lebih mudah, IMHO he…he…

Salam, Muhammad Muntaza

krtitik, komentar, dan saran, silakan… he.. he…

Hari ini pertama kali menggunakan “ Sun Weblog Publisher” ext ension di sini http://extensions.services.openoffice.org/project/swp yang digunakan unktuk memposting ke blog wordpress ku ini. Cara settingnya adalah sbb:

  1. Download dari link diatas dan simpan di home direktori.

  2. klik tools -> klik extension Manager -> klik add; masukkan file oxt yang didownload tadi.

  3. Restart OpenOffice.

  4. Klik tools -> klik Options -> klik cepet 2x Internet -> pilih Weblog

  5. klik add, masukkan type blog “ WordPress”.

  6. masukkan alamat web, username, dan password, klik OK.

  7. Openoffice akan mencoba koneksi ke wordpress, blog ini, dan siap untuk mengirim posting.

  8. Posting tulisan dengan menekan tombol bergambar “panah atas” disamping tombol “save”.

Salam, Muhammad Muntaza

Weauh……… dah lama ndak nulis nih, lagi malas nulis aja soalnya. he..he..

sumber tulisan: http://www.telkomsel.com/web/hot_offering (dalam rangka pertanggungjawaban imliah he..he..)

Menurutku ini berita yang sangat menggembirakan, soalnya dengan pulsa 5 ribu, sudah dapat 5 Mega Byte, lumayan untuk browsing, he..he.. …… kondisi saat ini memerlukan penghematan, termasuk pengeluaran untuk internet. Terima kasih kepada Telkomsel, yang jaringannya stabil dan sampai ke kotaku he… he.. dengan paket volume base, akan menguntungkan bagi pengguna yang cuma dapat 2G (kayak di Paringin ini).

Bila berada di daerah 3G, lebih menguntungkan dengan timebase (kalo mau download file besar).

Konfigurasi di linux.

1. APN internet

ganti setting APN menjadi

AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”

untuk password dan username bisa dikosongkan.

2. APN telkomsel

AT+CGDCONT=1,”IP”,”telkomsel”

untuk password dan username bisa dikosongkan, atau diisi password = wap, username = wap123

Saya selama ini memakai flash ini di Mandriva Free 2008.1, dengan KPPP. Kalau di Ubuntu pakai wvdial.

Tutorial penggunaan KPPP dengan paket flash ini, Insya Allah akan saya tulis dilain waktu. Semoga bermanfaat.

Salam, Muhammad Muntaza bin Hatta

Tinggal di Paringin, Kab. Balangan, Prov. Kalimantan Selatan

Ini tulisan tentang wvdial di Ubuntu Gnu/linux 8.04 dengan telkomsel flash.
sumber tulisan: Internet (terutama google, misalnya: http:www.google.co.id/search?q=flash+telkomsel+linux )

sekedar tulisan untuk catatan aja. siapa tau lupa nantinya he..he..

Modem yang digunakan adalah HP, lansung ke deteck oleh si Ubuntu. Berikut ini tampilan
“dmesg”

muntaza$ dmesg | tail -10

[ 3431.152158] uvcvideo: Found UVC 1.00 device MT6228 (0e8d:0004)
[ 3431.709527] uvcvideo: Failed to query (135) UVC control 1 (unit 0) : -110 (exp. 26).
[ 3431.711490] uvcvideo: Failed to query (129) UVC control 1 (unit 0) : -71 (exp. 26).
[ 3431.711499] uvcvideo: Failed to initialize the device (-5).
[ 3431.711554] usbcore: registered new interface driver uvcvideo
[ 3431.711561] USB Video Class driver (v0.1.0)
[ 3431.895744] usb 2-1: USB disconnect, address 4
[ 3432.302970] usb 2-1: new full speed USB device using uhci_hcd and address 5
[ 3432.310173] usb 2-1: configuration #1 chosen from 2 choices
[ 3432.324461] cdc_acm 2-1:1.1: ttyACM0: USB ACM device

dari situ keliatan kalau usb ini dikenali dengan device /dev/ttyACM0.

Oke kini langkah seting nya

muntaza$ sudo su
root# wvdialconf
(perintah ini untuk membuat file /etc/wvdial.conf untuk konfigurasi wvdial,
hasil file /etc/wvdial.conf adalah sbb:

——————————————
[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = USB Modem
; Phone = <Target Phone Number>
ISDN = 0
; Password = <Your Password>
; Username = <Your Login Name>
Modem = /dev/ttyACM0
Baud = 460800
——————————————-
file ini lalu di edit sedikit hingga menjadi seperti ini

—————————————–

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”flash”
Modem Type = USB Modem
Phone = *99***1#
ISDN = 0
Password = ”
Username = ”
Modem = /dev/ttyACM0
Baud = 460800
Stupid Mode = yes

——————————————
tanda ” berarti dua buah petik satu (‘) bukan sebuah petik dua (“)

baris ketiga merupakan setting Acces Point Name, disini dipakai “flash”
sebagai APN nya.

Huh, saatnya konek.

muntaza$ sudo wvdial
–> WvDial: Internet dialer version 1.60
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: AT+CGDCONT=1,”IP”,”flash”
AT+CGDCONT=1,”IP”,”flash”
OK
–> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
–> Modem initialized.
–> Sending: ATDT*99***1#
–> Waiting for carrier.
ATDT*99***1#
CONNECT
~[7f]}#@!}!} } }2}”}&} } } } }#}$@#}’}”}(}”R[04]~
–> Carrier detected. Starting PPP immediately.
–> Starting pppd at Tue Jun 24 04:24:52 2008
–> Pid of pppd: 20573
–> Using interface ppp0
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> local IP address 221.132.245.74
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> remote IP address 10.64.64.64
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> primary DNS address 202.3.208.10
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> secondary DNS address 202.3.210.10
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]

Ini berarti sudah konek, jadi tinggal ketik di firefox www.google.com,
nanti akan dipindah ke halaman telkomsel flash (http://flash.telkomsel.com/id/HalamanUtama.php)
lalu pilih paket disitu, setelah pilih paket, misalnya “pay as you go”, langsung bisa browsing, he..he..

untuk diskonek, pilih “stop brosing” dari layar info flash, lalu tekan Ctrl+C (atau langsung Ctrl+C ajah).

Caught signal 2: Attempting to exit gracefully…
–> Terminating on signal 15
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> Connect time 3.2 minutes.
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> pppd: ��[06][08](e[06][08]
–> Disconnecting at Tue Jun 24 04:28:13 2008

——————————————–
berarti sudah putus, untuk nyambung lagi tinggal ketik “sudo wvdial”

untuk koneksi dengan volume base (Rp.5/KB) maka setting berikut:

Init1 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”flash”

diganti menjadi

Init1 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”

dan skema tarif menjadi volume base dengan harga Rp.5/KB. (mulai bulan Juli 2008)

Kesimpulan:

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi perkembangan linux di Indonesia.

Salam,
Muhammad Muntaza

Kemaren tanggal 3 Juni 2008, aku menginstall Ubuntu 8.04-desktop. Menginstallnya dari windows dengan file iso. Aku mendapat file iso dari temanku lalu ku copy file iso ke hardisk, lalu di mount dengan program MagicDisc (http://www.magiciso.com/tutorials/miso-magicdisc-overview.htm). Program MagicDisc ini sangat bermanfaat menurutku, karena di windows tidak bisa memount file iso langsung, beda dengan Linux yang bisa langsung memount file iso dengan program “mount”.

MagicDisc ini juga bisa membuat iso dari sebuah cd/dvd, jadi lebih mengawetkan cd/dvd dan drive-nya.

Kembali ke pembicaraan tadi, setelah dimount dengan Magicdisc, aku masuk ke drive tempat me mount, lalu klik file “wubi”, tampil menu instalasi, klik Install inside Windows, lalu tampil menu pilihan drive yang akan diinstall, pilih drive hardisknyanya (yang ada ruang kosong 10GB, misal drive C), masukkan username, masukkan password, lalu install…….. *

setelah file image nya tercopy kedisk, lalu reboot……**

setelah booting, lalu ada menu pilihan windows dan Ubuntu, aku pilih Ubuntu, lalu masuk ke Ubuntu dan melanjutkan proses instalasinya.

setelah selesai, reboot, boot lagi ke Ubuntu, cek sound ternyata OK he..he..

Kesimpulan:

Sangat ku sarankan bagi pemula-pemula yang bingung cara mempartisi dilinux untuk menginstall Ubuntu dari Windows seperti ini, karena tidak perlu takut kehilangan data karena salah mempartisi. ***

Salam, Muhammad Muntaza bin Hatta

tinggal di kota Paringin, Kab. Balangan, Prov. Kalimantan Selatan

—————————————————————————

*(proses instalasi ini sama sekali tidak berhubungan dengan partisi disk yang agak menyulitkan pemula linux)

**(Ubuntu ini, menggunakan NT loader untuk booting, jadi mengedit file boot.ini di drive C, file boot.ini ku isinya menjadi seperti ini:

[boot loader]
timeout=15
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Home Edition” /noexecute=optin /fastdetect
c:\wubildr.mbr=”Ubuntu”

***(Salam untuk temanku Hendra Wirawan di Bati-bati. Hen, Use your real name if you in the Internet ….he.. he.., and coba pakai Ubuntu ini untuk Komputer mu. Thanks)

Bahagia sekali rasanya bisa mengungkapkan tulisan lewat blog, jadi bila suatu hari lupa, bisa browsing ke blog pribadi ini he..he..

Ini bukan toturial cuma cerita aja jadi tidak menjelaskan step by step menginstal OpenBSD, lengkapnya cara install OpenBSD ada di situsnya yaitu www.openbsd.org.

Kemarin aku belajar membongkar file cd42.iso (cuma 5M he..he..) dan memasukkan file-file terpisah yang ku download, yaitu

base42.tgz, bsd, etc42.tgz, man42.tgz, dan xetc42.tgz. cuma itu doang yang ku download, soalnya bandwith terbatas he..he.. . Proses download itupun memakan waktu lama He… he…

Aku memproses pembuatan file iso ini di system operasi Microsoft Windows XP ™. Semua aplikasi yang digunakan adalah aplikasi freeware, yaitu:

1. IZArc dari www.izarc.org

2. FinalBurner dari www.protectedsoft.com

3. ImgBurn dari www.imgburn.com

4. bootpart.exe dari www.winimage.com/bootpart.htm (untuk mengedit “boot.ini” agar bisa booting ke OpenBSD)

pertama yang ku lakukan adalah membuat folder create_iso, lalu ku copy file cd42.iso dan ku extrack disitu dengan aplikasi “IZArc”, ku delete file cd42.iso setelah di extrack.

ada 3 buah folder dan satu file hasil extrack tadi, yaitu:

1. 4.2/I386

2. ETC

3. boot.images (disini ada file no_emul.00, yang digunakan sbg boot image

4. dan file “TRANS.TBL”

Lalu aku buat satu folder “OS” di dalam folder “4.2″ (4.2/OS/) dan ku copy semua file *.tgz diatas dan file “bsd” kedalam folder tersebut (4.2/OS)

OKE, file sudah siap, kini saatnya untuk membuat file isonya dari folder create_iso. aku menggunakan aplikasi “FinalBurner”. dengan FinalBurner, ku ambil semua file dan folder dalam direktori create_iso lalu ku set cd agar bootable dan masukkan file boot.image nya yaitu di create_iso/boot.images/no_emul.00. dan buat isonya dengan nama fb_obsd.iso.

Setelah fb_obsd.iso selesai, aku membakarnya dengan ImgBurn. Jadi deh cd instalasi OpenBSD ku he..he..

—–Instalasi OpenBSD—-

Saatnya untuk menginstall OpenBSD. masukkan cdnya dan reboot……. setelah boot, filih boot via cdrom. tampil deh prosedur instalasi OpenBSD. yang pertama dilakukan adalah membuat partisi dengan kode A6. Pada hardisk ada 3 partisi yaitu:

1. Partisi Pertama Primary (33 GB, Drive C di Windows XP ™)

2. Partisi Kedua Primary (18 GB, Drive D di Windows XP ™)

3 Partisi ketiga Primary (sekitar 20 GB, Drive F di Windows XP ™)

aku akan merubah partisi primary ketiga untuk menjadi Partisi OpenBSD. yaitu dengan gambaran sbb:

fdisk> edit 2 (yaitu mengedit partisi primary ketiga)

Partition id (‘0′ to disable) [0 - FF]: [0] (? for help) a6

fdisk> edit in chs “NO” ? “enter”

fdisk> ofset [xxxxxxx] “enter”

fdisk> size [xxxxxxx] “enter”

fdisk> write

fdisk> quit

aku tidak menjadikan partisi OpenBSD dengan “flag partisi aktif”, flag partisi tetap pada Partisi pertama dengan id “0″. hal ini karena aku akan menggunakan “bootpart.exe” untuk mengedit boot.ini untuk memboot OpenBSD dengan NT boot Manager. sebagaimana disarankan pada http://www.openbsd.org/faq/faq4.html

Setelah itu aku membuat disklabel dengan ukuran sbb:

wd0a ==> / ===> 300M

wd0b ==> swap ===> 300M

wd0d ==> /tmp ===> 500M

wd0e ==> /var ===> 1000M

wd0f ==> /usr ===> 4000M

wd0g ==> /home ===> 3000M

lalu jalankan proses selanjutnya yaitu instalasi file *.tgz nya, yang cuma terdiri dari base42.tgz, bsd, etc42.tgz, man42.tgz, dan xetc42.tgz. fileset xetc42.tgz tidak ku install, karena xbase42.tgz nya tidak ada he..he..

Lalu setting jaringan dan lainnya dan akhirnya OpenBSD 4.2 selesai terinstal. Masalah berikutnya adalah tidak ada boot manajer seperti Grub atau Lilo yang akan mengatur proses booting, dan seperti diatas kusampaikan bahwa booting akan menggunakan NT boot Manager. NT boot Manager menggunakan file “boot.ini” di drive C sebagai file configurasinya.

Aku booting ke MS Windows XP ™, lalu menjalankan “cmd”, dan menjalankan program bootpart. gambarannya adalah sbb:

C:\> bootpart.exe (melihat partisi)

C:\> bootpart.exe 2 obsd.bot OpenBSD (mengambil image untuk boot OpenBSD dari Partisi Primary “KETIGA”, menamakan obsd.bot dan “mengedit file boot.ini” agar Bisa memboot OpenBSD)

C:\> bootpart.exe list (melihat isi file “boot.ini” dan ternyata baris OpenBSD sudah masuk……:) )

REBOOT……………….

booting lagi dan ada pilihan Windows XP dan OpenBSD, lalu aku coba memilih OpenBSD dan BERHASIL masuk ke OpenBSD. … he..he.. Hebat sekali menurutku aplikasi bootpart.exe ini ……..

——selesai——–

Ditulis di Paringin tanggal 16 Maret oleh Muhammad Muntaza bin Hatta

Sekarang membaca berita di internet lebih mudah pakai feed aja daripada browsing ke situs berita tsb. Soalnya bandwith berbatas. Aplikasi yang membaca rss dinamakan “rss reader”

Bila pakai HP, (hp ku mereknya Nokia 6300), aku menggunakan aplikasi Yahoo!Go untuk baca berita via rss. aku konek ke internet dari Paringin yang di Paringin ini belum ada warnet he..he..

Bila aku pakai komputer, aku menggunakan Thunderbird sebagai rss readernnya. Cuma bila pakai Thunderbird lebih banyak menguras bandwith menurutku.

Dengan yahoo!Go bahkan bisa mencari rss feed via fasilitas search nya. Situs yang ku daftarkan akan langsung diupdate rss feed nya oleh Yahoo!Go bila aku mengakses aplikasi itu. Aku mendaftarkan situs berikut ini untuk mengikuti berita terbaru dengan bandwith yang minimal:

1. www.antara.co.id (untuk baca berita terkini dari sumber yang up to date dan terpercaya, aku biasanya cuma baca judulnya aja via feed, tapi bila beritanya menarik langsung kubuka via aflikasi tsb)

2. www.ilmukomputer.com (baca judul artikel terbaru ttg komputer)

3. www.distrowatch.com (menanti keluarnya distro favorit ku, yaitu Mandriva dan Slakware, tanpa browse ke situsnya he..he.. )

4. www.linux.or.id (situs linux bahasa Indonesia)

dan ada beberapa lagi yang lainnya. Hare gene gak pake rss feed ….he.. he..

salam,

Muhammad Muntaza

Dibawah ini adalah file konfigurasi firewall menggunakan iptables,
file ini saya ambil dari The Linux Documentations Project, lalu saya
edit untuk disesuaikan dengan penggunaan saya.

file ini saya simpan di /home/muntaza/firewall/rc.firewal dan saya jalankan ketika konek ke internet

Bagi pemula linux seperti saya, konfigurasi yang ada sudah cukup aman IMHO
untuk firewall koneksi internet.

saya kebetulan bukan ahlinya dalam pengelolaan iptables, jadi
CMIIW

salam,
muhammad muntaza
tinggal di kota Paringin, Kab. Balangan, Prov. Kalimantan Selatan

——–Please do not paste blindly from this document———–
#! /bin/bash
echo “jalankan firewall”

IPTABLES=/sbin/iptables
WAN_IFACE=”ppp0″

#BLACKLIST=”192.168.0.1″
ANYWHERE=”0/0″

#load modul
modprobe ip_conntrack
modprobe ip_nat_ftp
modprobe ip_conntrack_ftp

$IPTABLES -F
$IPTABLES -X

#Set default policies
$IPTABLES -P FORWARD DROP
$IPTABLES -P OUTPUT ACCEPT
$IPTABLES -P INPUT DROP

#Accept localhost
#$IPTABLES -A INPUT -i lo -j ACCEPT

#Reserved IPs:
$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -s 10.0.0.0/8 -j DROP
$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -s 172.16.0.0/12 -j DROP
$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -s 192.168.0.0/16 -j DROP
$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -s 127.0.0.0/8 -j DROP
$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -s 169.254.0.0/16 -j DROP
$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -s 224.0.0.0/4 -j DROP
$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -s 240.0.0.0/5 -j DROP

#Bogus routing
$IPTABLES -A INPUT -s 255.255.255.255 -d $ANYWHERE -j DROP

#Unclean
#$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -m unclean -m limit \
# -j LOG –log-prefix “Unclean: “
#$IPTABLES -A INPUT -i $WAN_IFACE -m unclean -j DROP

#for i in $BLACKLIST; do
# $IPTABLES -A INPUT -s $i -m limit –limit 5/minute \
# -j LOG –log-prefix “Blacklisted: “
# $IPTABLES -A INPUT -s $i -j DROP
#done

#ICMP (ping)
$IPTABLES -A INPUT -p icmp –icmp-type echo-reply \
-s $ANYWHERE -j ACCEPT
$IPTABLES -A INPUT -p icmp –icmp-type destination-unreachable \
-s $ANYWHERE -j ACCEPT
$IPTABLES -A INPUT -p icmp –icmp-type time-exceeded \
-s $ANYWHERE -j ACCEPT

#New Chain
$IPTABLES -N DEFAULT
$IPTABLES -A DEFAULT -m state –state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
$IPTABLES -A DEFAULT -m state –state NEW -i ! $WAN_IFACE -j ACCEPT

$IPTABLES -A DEFAULT -m limit -j LOG –log-prefix “Bad packet from ppp0: “
$IPTABLES -A DEFAULT -j DROP

$IPTABLES -A FORWARD -j DEFAULT
$IPTABLES -A INPUT -j DEFAULT

echo
echo “iptables firewall is up `date`”
——–Please do not paste blindly from this document————–

Hari (19/12/2007) ini dikantor saya, saya menginstalkan mandriva 2008.0 pada komputer
rekan kerja saya.

Cukup menakutkan juga menginstal linux, soalnya pada laptop teman saya itu
tersimpan data kerja selama ini yang menggunakan sistem operasi Microsoft
Windows (R). Khawatir sekali kalau instalasi gagal dan men-delete seluruh
data pada komputer teman saya ini.

Hanya ada satu partisi pada komputer tsb! dengan kapasitas 80 GB

Saya mulai menginstal mandriva 2008.0 dengan langkah sbb:
1. Meresize Partisi tunggal menjadi 4 Partisi
- partisi windows 56 G
- Ext 3 untuk “/” linux 15 G
- Linux swap 300 M
- sisanya 8 G lebih
2. Menginstal Mandriva 2008.0 dari dvd yang saya beli di www.gudanglinux.com
3. Mensetting boot loader agar bisa dual boot (win xp dan mandriva).

setelah proses instalasi selesai, saya test booting ke windows xp nya dulu,
soalnya untuk mencek apakah data yang ada apakah masih aman-aman aja.

O, ternyata bisa masih bila masuk win xp he..he..
dan login seperti biasanya, lalu cek file di My Document and ternyata
everything is fine.

berikutnya shutdwon win xp dan test masuk ke mandriva.
Cek-cek setting yang dilakukan di mandriva sbb:
1. mount partisi window
$su
#mkdir /mnt/c
#mount /dev/sda1 /mnt/c
2. test sound
#cd /mnt/c
#konqueror .

cari file mp3 lalu di mainkan, ternyata bunyi he..he..

setelah itu saya bilang teman saya kalau saya mau menginstalkan ntfs-3g
ke komputer nya, agar dapat read/write file “win xp -nya”, tapi dilain hari aja.

sekian dulu. thanks

muhammad muntaza

« Previous Page